Our New Baby

Isn’t he so loveable? First time we met was on our porch about last month. He was so cute, yet so hungry because his mom left him alone. I’ve no idea that a mom can be so irresponsible, even if ‘she’s’ an animal. So, here we are now, having each other!

Image

Chocolate Cup Cakes, Anyone?

When it comes to cooking, Nadya is enthusiastic more than anything. Last week we tried chocolate cup cakes (got the recipe from metariza[dot]com). She did all the stuffs. Preparing the ingredients, following the steps in the recipe, mixing the dough … you name it.

And voila … this is it … chocolate cup cakes ala chef Nadya …

Oh, don’t bother about that chocolate facial mask. She decided to make use of the remaining dough for her beauty mask!

Image

Weekly Photo Challenge: Lunchtime

040920122442

What can be more tempting other than lunch prepared by our daughter?

Image

Ini 9 Alasan(ku) Untuk Tidak Minum Kopi Luwak

I wonder …

1. Apakah luwaknya mencret?

2. Atau, apakah justru luwaknya mengalami masalah sembelit?

3. Apakah luwaknya cebok setelah buang air besar?

4. Jika ya, apakah luwaknya mencuci tangan (atau kaki?) kirinya setelah cebok?

5. Apakah luwaknya pernah disodomi Ryan?

6. Apakah luwaknya juga mengkonsumsi makanan kesukaannya yang lain seperti cacing tanah dan kadal bersama-sama kopi?

7. Bagaimana kalau ternyata sebenarnya itu ‘kopi luwak and friends’, kopinya juga berasal dari kotoran … kucing! (emang kucing doyan kopi? Ya kali aja kalo si kucing ngiri sama kepopuleran luwak)

8. Bagaimana kalau sewaktu menyeruput kopi ada rasa lain selain rasa kopi?

9. Apakah mungkin jika suatu saat ada kafe yang menampilkan luwak beraksi dalam ‘memproses kopi’, seperti halnya koki di restoran Jepang mendemonstrasikan proses memasak di hadapan pengunjung?

How about eating this?

How about eating this?

Catatan: luwak-luwak yang membaca blog ini diharapkan untuk tidak menuntut gw karena pencemaran nama baik. Nothing personal here, dude.

Gambar diambil dari theheboh[dot]com.

Amankah Beli Emas Antam Via Delivery Order Service?

Gara-gara di kota Medan tidak ada cabang Antam dan kalaupun ada toko emas yang menjual emas Antam harganya bisa lebih mahal 1 – 2% jika dibandingkan dengan harga resmi di web site, gw jadi tertarik ingin mencoba pembelian emas Antam langsung dari Antam Jakarta secara Delivery Order Service. Pernah dengar? Iya, tadinya gw bayangkan kayak mesen KFC via telepon saja.

Halo? Bisa pesen delivery emas, mbak?
Mas Joko atau mas Bambang, Tan?
Loh, ini delivery order service Antam kan?
Bukan, ini layanan pesan antar gigolo, Tan.
Maaf, salah sambung!

Halo? Bisa pesen delivery emas, mbak?
Mau pesan berapa kilogram, Bu?
Satu, mbak. Satu. Gram. Saja. Lu kate gw mesen gurame ape?
Tidak mau tambah dengan perak?
Nggak, emas saja.
Bagaimana dengan dinar?
Nggak, emas saja.
Mau sekalian pesan CD musiknya Bu?
Nggaak mbaaak … saya cuma mau emas!

Sebenarnya dari beberapa bulan lalu layanan ini gw sudah baca di web site-nya. Tapi masih belum punya keberanian yang cukup untuk mencoba. Ehm. Iyaaa cuma ngeles, sebenarnya alasan mendasar adalah uangnya yang belum cukup, hue hue hue. Mo korupsi ntar ditangkep KPK. Lagian apanya yang bisa gw korupsi dari kantor gw, mouse rusak?

Alhamdulillah, kemarin my hubby dapat rezeki lebih. Setelah googling sana sini baca ulasan mengenai layanan pesan antar Antam baik di media massa online maupun blog pribadi akhirnya minggu lalu gw beranikan diri untuk mencoba. Ternyata pesan antarnya via sms atau email, bukan lewat telepon. Syukurlah, gw bisa terhindar dari marabahaya salah sambung seperti di atas tadi. Untuk prosedur lengkap pemesanan klik di sini.

Hari pertama gw coba kirim email, gak ada balasan. Hari kedua kirim sms, masih gak ada balasan. Loh, piye iki. Pikir-pikir, mungkin gw mengirimnya terlalu siang (jam 12), jadi stok atau nomor antriannya sudah habis. Esoknya gw kirim sms pagi-pagi jam 8. Eh, dibalas! Tapi sayangnya gw terlambat menyadari kalau gw mencantumkan alamat pengiriman ke rumah. Daripada nanti jadi masalah karena emas diantar ke rumah pas gw sedang kerja, gw kirim sms ulang dengan mencantumkan alamat kantor. Sms gw yang ini gak dibales. Lagi-lagi mungkin karena sudah kesiangan (jam 10). Besok pagi jam 8 dicoba lagi, Alhamdulillah dibalas. Uang gw transfer ke Virtual Account (VA) Bank Permata lewat internet banking. Ohya, sebagai bukti layanan ini aman dan sah, VA-nya langsung atas nama kita sendiri loh. Tapi anehnya ada error waktu gw coba transfer pake internet banking Permata, seolah-olah account tidak ada karena jika dicoba account lain gak ada masalah. Alhasil, gw pake ibanking BNI; kena charge 17.500 untuk biaya RTGS. Setelah itu bukti transfer gw kirim via email. Gak lama dapet sms lagi bilang transfer gw sudah diterima dan produk akan gw terima paling lambat 5 hari kerja.

Bukan, ini bukan gambar emas yang gw beli *ngarep.com*

Bukan, ini bukan gambar emas yang gw beli *ngarep.com*. Gambar diambil dari Antam

Dan menantilah gw dengan H2C …

Kalau dihitung dari Senin, hari gw mendapat sms, berarti paling lambat Sabtu emas akan gw terima. Sampai Jumat emas belum datang. Jangankan mas Antam, mas Dono pun gak nampak batangnya. Gw mulai was was. Tapi tetap berusaha tenang dan tidak panik, karena gw percaya dengan keamanannya.

Bukan ... bukan sebesar kotak ini juga emas yang gw beli

Bukan … bukan sebesar kotak ini juga emas yang gw beli *ngarep jilid 2.com*

Dan tibalah hari Sabtu ceria jam 8 pagi. Pak Man sang jendral opas mengantar sebuah kotak besuarr ke meja gw. Alhamdulillah … yang dinanti-nanti telah tiba! Kotaknya besuaar, tapi isinya kecil. Hihihi … gw berasa buka semacam kado kejutan. Dalam kotak besar di foto ada kotak kecil melintang diagonal (supaya gak goyang-goyang). Dalam kotak kecil ada plastik. Dalam plastik ada amplop. Dalam amplop ada plastik kecil yang ada di foto. Dalam plastik kecil inilah sertifikat dan emasnya bertahta.

Sayangnya paket gak diantar langsung ke gw dan KTP penerima tidak diperiksa untuk memastikan gw yang menerimanya langsung. Tapi mungkin dalam hal ini, satpam kantor yang tidak memperbolehkannya masuk. Di dalam paket disertakan juga kuitansi dari Antam. Ongkir Jakarta ke Medan Rp121.000 (termasuk pajak). Jadi jika dihitung lagi masih lebih murah pesan antar daripada beli di toko emas di Medan. Bisa menghemat ratusan ribu :)

Iya, yang kecil dalam plastik ini emasnya.

Iya, yang kecil dalam plastik ini emasnya.

Gw puas dengan layanan Antam ini. So, why don’t you try it?

Moral of the story: daripada ikut-ikutan Raihan Jewellery yang notebene emas jadi-jadian atau investasi bodong lainnya yang jelas-jelas berskema Ponzi, mending beli emas beneran deh!

Update 16-05-2013: Ternyata untuk melakukan pembayaran Virtual Account di internet banking Bank Permata menu yang dipilih seharusnya Pembayaran>Pembayaran Tagihan>Buat Pembayaran Virtual Account, jadi bukan menu Transfer.

Weekly Photo Challenge: Lost in the Details

Bug

This bug was so lost .

Image

Tempat Daur Ulang Sampah di Medan

Berawal dari kesukaan gw dengan saluran tivi DAAI (baca: da-ai) TV (sepertinya saat ini cuma ada di Medan dan Jakarta ya) yang berorientasi cinta kasih, termasuklah cinta lingkungan, gw menjadi sangat terinspirasi untuk lebih peduli lingkungan. Sebenarnya gw jarang nonton tivi dan tidak terlalu suka tivi, tapi gw suka saluran ini. Salah satu iklan yang sering disiarkan oleh stasiun itu adalah iklan yang menggerakkan pemirsa untuk mendaur ulang sampah, dengan cara menyetorkan sampah anorganik ke depo-depo pelestarian lingkungan yang didirikan Yayasan Tzu Chi. Sewaktu menonton adegan orang yang sedang menyetorkan sampah anorganik itu, gw membatin, kapan yaaa tempat daur ulangnya dibuka di Medan?

Daur Ulang Tzu Chi

Foto diambil dari arah mau keluar depo

Naaah … begitu gw baca di koran lokal kalau Yayasan Tzu Chi sudah membuka depo pelestarian lingkungan di Medan, gw segera mencari tau di mana tempatnya. Eh, ternyata salah satunya terletak gak jauh dari kantor gw, tepatnya di Cemara Asri. Nomor telponnya 061-6638986. Dari gerbang satpam belok kiri, tampak plang namanya besar. Tempat daur ulang ini tutup jam 5. Tapi kalau hanya ingin menyetor sampah bisa dilakukan 24 jam 7 hari seminggu karena di bagian depan disediakan penampungan sampah yang bisa kita isi kapanpun.

Come In

Mobil langsung masuk ke dalam untuk diambil sampahnya

Sudah dua kali Jumat ini pulang kantor gw ke sana untuk menyumbang sampah anorganik yang sudah gw pisah-pisahkan di posting ini. Koran, plastik, kotak susu, dsb dikumpulkan dalam tong sampah besar tersendiri di halaman belakang jadi tetap kering dan tidak busuk. Lalu tiap minggu gw sumbangkan.

Siap berangkat!

Siap berangkat!

Pintu Masuk Daur Ulang

Kalau di atas jam 5, sampah taruh aja di sana

Bayangkan dalam seminggu dari rumah kami saja satu kotak sampah besar terkumpul. Kalau digabung dengan sampah organik kan jadi basah dan tidak bisa diolah ulang. Berapa banyak kalo setiap rumah seperti ini? Pasti bergunung-gunung sampah yang seharusnya bisa didaur ulang jadi mubazir.

Bunches of Garbages

Gunungan sampah siap didaur ulang

Ayo ayo ayo … Mari kita beramai-ramai menyetorkan sampah anorganik!

Garbages every where

Gunungan yang lain

Hmmm … tapi apakah hal kecil yang gw lakukan ini bisa menyelamatkan bumi? Ada kutipan yang pernah gw baca dan pas banget:

If you think you’re too small to make differences, try to sleep with a mosquito.

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 639 other followers