Tugas Ayah dan Ibu Versi Ujian Anak Kelas 3 SD

20 December 2009 Leave a comment

Sore itu gw sedang mendampingi Nadya menjawab-jawab soal latihan ujian IPS. Ada beberapa soal latihan yang menggelitik …
Yang pertama, ada gambar seorang Bapak memakai helm pabrik. Soalnya adalah:
Tugas seorang Ayah adalah:
a. Membantu orang tua
b. Mencari nafkah
c. Mengurus rumah tangga
Gimana, semua jawaban benar toh?
Soal berikutnya, ada gambar wanita sedang memasak dengan pertanyaan: Tugas seorang Ibu adalah …
Dengan pilihan jawaban yang sama dengan pilihan di atas. Nadya berpikir sejenak sebelum akhirnya memilih jawaban c, tapi disertai sindiran tajam: “Ini nih Ibu di sebelah saya gak pernah masak!”. Hahaha … bahkan anak seumur Nadya pun menyadari soal itu sudah tidak relevan dengan kehidupan jaman sekarang.
Gw gak ngerasa bangga sama sekali karena jarang masak di rumah, tapi begitulah kenyataannya. Dari Senin – Sabtu yang masak adalah nanny di rumah. Sementara itu kalo Minggu yang masak adalah baby sitter Rifky yang gw berdayakan untuk masak juga. Gw berpikir, waktu yang gw miliki di rumah di hari Minggu itu sayang kalau gw habiskan ‘hanya’ untuk masak. Lebih baik waktu itu gw habiskan untuk bermain bersama anak-anak gw, sesuatu yang menurut gw tidak tergantikan perannya oleh nanny ataupun baby sitter. Kalau soal masak, bukankah kita pun kadang2 beli makanan jadi? Jadi begitulah, mengapa soal ujian anak kelas 3 itu harus membuat dikotomi antara tugas Ayah dan Ibu? Bukankah di jaman sekarang ini banyak Ayah dan Ibu yang saling bahu membahu mencari nafkah sekaligus mengurus rumah tangga dan membantu orang tua?

Categories: Observation

Janji Pulang Sekolah Rifky

29 November 2009 Leave a comment

Sebelum pulang, sekolah Rifky mengajarkan anak didiknya untuk melafalkan janji yang harus dilakukan di rumah setelah pulang sekolah.
Versi Resmi:
Janji Pulang Sekolah … Cuci tangan, cuci kaki, ganti baju, makan siang … dst.
Tapi si Rifky kalo ditanyain apa janji pulang sekolahnya, maka versinya beda.
Versi Rifky:
Janji Pulang Sekolah … Cuci tangan, makan dulu, cuci tangan, makan dulu, car game dulu, car game dulu, car game dulu …
Oalah … dasar pembalap kecilku!

Categories: Kids

Ketika Hewan Update Status di Facebook

26 November 2009 4 comments

Ayam: Pren, kalo besok aku gak update status, berarti aku sudah digoreng. I lop you pull!

Kucing: Kemaren anakku yang kelima menanyakan siapa Bapaknya. Lah, aku aja sudah lupa ya, jadi gimana jawabnya?

Sapi: Hari ini majikanku meraba-raba aku lagi

Cumi-cumi: Baru isi ulang tinta

Nyamuk: Kayaknya aku ketularan virus HIV nih

Buaya: Masih heran memikirkan kenapa aku disandingkan dengan cicak. Gak level, tau!

Cicak: Dasar buaya sombong, gini-gini aku bisa nempel di dinding

Ikan: masih mondar-mandir kayak setrikaan

Lalat: Alhamdullilah masih dilindungi Allah … baru selamat dari raket listrik

Kambing: Besok, Idul Adha adalah hari terakhirku. Selamat Idul Adha teman-teman semua!

Sumber: Radio Delta + my mind

Categories: Observation

Kuis: Apa yang sedang terjadi pada si Bapak?

19 November 2009 6 comments

a. Di rumah kehilangan ikat pinggang. Kebetulan di halaman ada ban, langsung samber ban sebagai pengganti.
b. Tadinya mau ikut balet, tapi skirt tidak punya. Coba pakai ban ah, siapa tau miss baletnya mengijinkan.
c. Emang mobil aja yang pake seat belt. Motor gw juga punya kok!
d. Gak sengaja terperosok masuk ban. Sedang menuju gym untuk melangsingkan tubuh supaya bisa keluar.
e. Masa kecil kurang bahagia.
Yang mana jawaban Anda?

Categories: Observation

Gerakan Penghematan Kertas: Sebuah Ironi Lagi

12 November 2009 2 comments

Masih inget posting gw tentang sebuah ironi dalam penertiban PKL? Ada sebuah ironi lagi yang pernah gw jumpai di sebuah kantor, sebut saja kantor X. Suatu hari, atas nama peduli terhadap lingkungan kantor X ini mengeluarkan edaran ke semua pekerjanya supaya melakukan penghematan kertas. Sounds great, doesn’t it?

Apakah edaran tersebut dikeluarkan dalam bentuk email, bukan dicetak di kertas? Tidak. Edaran ini disebarkan ke seluruh departemen dalam media kertas.

Hmmmm … ok, mungkin alasannya karena tidak semua pekerja mempunyai email (even though I still can’t accept that kinda excuse). Jadi, apakah edaran tersebut dikeluarkan dalam kertas kecil, atau dicetak bolak-balik, yang intinya sehemat-hematnya? Tidak. Edaran ini menghabiskan dua lembar kertas!

Categories: Observation

Ketika Jerawat Tumbuh di Hidung

9 November 2009 2 comments

Percakapan santai di suatu malam, saat lagi lenjeh-lenjeh di atas tempat tidur …

Gw: Nad, itu jerawat di hidungnya kok kayaknya tambah besar. Kita periksa ke dokter yuk!

Nadya yang nampaknya masih trauma dengan yang namanya dokter gara-gara dokter gigi keduanya yang membabi buta menampal giginya tanpa perasaan langsung menjawab:

Nad: Iya … tapi Mama aja yang ke dokternya yah …

Yaelah ni anak … emangnya ke dokter itu kayak mau kuliah, bisa titip absen!

Gw: Terus Mama bilang gimana dong ke dokternya? Dok, sebenernya yang mau diperiksa itu anak saya. Tapi anak saya bilang Mama aja yang ke dokter. Jadi Dokter periksa aja hidung saya, mirip kok dengan hidung anak saya (NB: sama-sama pesek). Tapi bedanya hidung anak saya itu ada jerawat satu. Nah, bisa tolong diperiksa jerawatnya? Oya Dok, bedanya lagi hidung anak saya itu upilnya banyak …

Nad: Ih Mama, enak aja bilangin hidung Nadya banyak upil. Ada tuh temen Nadya namanya Rafi, upilnya lebih banyak lagi.

Gw: Hah … jadi kerjaan Nadya di sekolah itu ngeliatin upil temennya yaaa?
Nadya ngelemparin gw dengan bantal.

JerawatHidung

Jerawat oh jerawat ...

Categories: Kids

Untuk Komjen Susno: Tips Menahan Tangis

6 November 2009 Leave a comment

Gw terlahir dengan bakat yang sangat jelas, yaitu: gampang menangis! Untuk hal-hal sepele pun gw bisa dengan mudahnya menangis. Lihat kondisi pasca gempa di tipi, gw menangis. Baca berita sedih di koran, gw menangis. Lihat cicak kejepit di pintu, gw menangis. Lihat bunga deposito menurun, gw pun menangis (hehehe … gak segitunya deng). Melihat Komjen Susno menangis saat di depan DPR, gw serta merta jadi teringat bakat gw ini.

Kadang-kadang mudah menangis bikin ketidaknyamanan bagi diri gw, terutama kalo gw menangis di tempat dan waktu yang salah. Contohnya, gak lucu kan kalo di kantor ngelihat rekan kerja dibentak-bentak orang lain lantas gw yang menangis … apa kata dunia?

Jadi selama ini terus terang gw udah mulai capek selalu berusaha mencari tips yang jitu untuk menahan tangis. Read more…

Categories: Tips

Rekaman KPK: Ada Fakta yang Tak Terungkap

5 November 2009 Leave a comment

Konspirasi tingkat tinggi di balik di rekaman KPK: sebenarnya Anggodo cs sudah tau bahwa mereka disadap. Jadi mereka merencanakan sesuatu yang lebih besar. Tapi justru tujuan utama tersebut tidak tercapai karena ada satu bagian rekaman yang tidak diungkapkan oleh media massa mana pun. Dalam salah satu transkrip percakapan Anggodo dengan seorang wanita bernama Yuliana ternyata bagian akhirnya disensor. Padahal justru inilah tujuan akhir dari semua rekaman itu. Ternyata ada wanita satu lagi yang berbicara!

Transkrip yang beredar:

Yuliana: Pokoke saiki Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lho.

Anggodo: Koen ngarang ae

Yuliana: Harus ditegakno, ngarang yo opo sih?

Transkrip yang disensor: Read more…

Categories: Observation