Cara Membuat Email Melaporkan Masalah Performansi
27 Jul 2011 2 Komentar
in Office
Di kantor gw, akhir tahun 2009 kemaren ada beberapa kebun yang melaporkan masalah di sistem, khususnya mengenai performansinya. Mereka rata-rata komplain mengenai salah satu proses di sistem yang memakan waktu yang sangat lama, bisa sampai 7 jam, dan juga proses pindah hari, sampe 9 jam untuk kebun terbesar kami. Padahal mereka dikejar tenggat waktu pengumpulan laporan ke Head Office.
Saat itu Bos gw sedang cuti. Sesuai instruksi beliau, jika ada yang penting bisa segera hubungi beliau (sayangnya bukan hubungi hotline MacD yaahh …). Maka gw kirimlah sms dan gak lupa mengkonfirmasi apakah gw bisa segera kirim email ke vendor software kami di Cochin, India untuk mempertanyakan hal tersebut. Gak berapa lama, bos membalas sms gw,
‘ok.please send the issues to Cochin. But please do substantiate with some evidence.otherwise, they will not be able to simulate the issues. Try to provide as much as possible the chronological events leading to the issues’
Gw tercenung, terpekur dan hampir mendengkur membaca balasan beliau. Kok, kita harus menjelaskan lagi ke mereka stepnya? Disertai bukti-bukti alias screen shot pula? Padahal itu proses yang sangat biasa. Hanya perlu menjelaskan, proses itu makan waktu lama. Titik. Hmmm … mungkin bos masih dalam mood liburan akhir tahun. Jadi gak nyambung.
Tapi setelah gw renung-renungkan lagi, mungkin yang dimaksud bos adalah email seperti di bawah ini:
Dear Sir.
Our estates encountered performance issue again. This time it hits checkroll average calculation in Payroll module. It took 4 to 7 hours to complete.
Please follow these steps to simulate the issue:
1. Prepare your favorite magazines (around 10 to 20 magazines) and a tank of coffee. Or you may prepare your bus ticket to Brastagi (hill station, 1.5 hours from Medan).
2. Run this transaction: Payroll>Process>Checkroll Average Calculation.
3. Click OK.
4. Sit down relaxly and read your magazines until you feel sleepy and fall to sleep in front of the computer. Attached please find the screen shot (shown by model):
5. Or, if you have prepared your bus ticket then you can go to Brastagi first, go to fruit garden and enjoy your trip. Attached please find the screen shot (shown by model):
6. After around 7 hours, go back to Medan (if earlier you decided to go to Brastagi), then check the processing result. If it’s still not completed, you might want to go back to Brastagi? Or you may continue reading your favorite magazines or go to the nearest mall. If it’s already completed, thanks to God that you don’t have to wait furthermore. Please don’t forget to return the magazines to the owner. And also, send me the sweet oranges from Brastagi (yummy!).
Please revert back if there are any queries. Thanks you very much for your kind cooperation.
Best Regards,
-Maya
Note: ini adalah salah satu artikel lama di blog gw di Friendster yang diperbagus dan dire-post *buntu ide mode=on*
Antara Stress, Flu, Panu dan HIV
26 Okt 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
in Observation, Office
Stress itu seperti flu. Ketika kau bersin, orang di sekitarmu mulai ikut-ikutan bersin walaupun mereka sedang tak ingin.
Stress itu seperti panu. Ketika tanganmu yang berpanu menyenggol tangan orang lain, dia akan mulai merasa gatal-gatal tak tahan untuk tidak menggaruk-garuk dengan keras.
Stress itu seperti HIV. Ketika kau mentransfusi darah HIV-mu ke orang lain, orang itu akan ikut merasa tak berdaya, kehilangan daya tahannya.
Jadi kalau kau sedang stress, jangan dekat-dekat orang lain yah. Menular, tauk!
Semua yang Kulakukan Salah
05 Sep 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
Aku mengambil inisiatif, kau bilang aku sok pintar …
Aku lupa, kau bilang aku kurang mengambil inisiatif …
Aku berguyon, kau bilang itu sarkasme …
Aku serius, kau bilang aku kehilangan rasa humor …
Aku menangis karena ucapanmu, kau bilang seharusnya aku lebih kuat …
Aku menahan tangis, kau bilang seharusnya aku lebih terbuka …
Aku tak setuju, kau bilang aku tidak di pihakmu …
Aku setuju secara implisit, kau samakan itu sebagai tanda tak setuju dan kau bilang kau muak!
Arrrgggghhh … aku juga muaaakk!!!
It’s all because of … then?
12 Mei 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
Seringnya diskusi kecil-kecil di kantor dengan bos gw yang ruangannya agak jauh dengan ruangan gw dilakukan via email atau chat. Kalau diperlukan baru face-to-face atau pake telpon internal. Terus, komunikasi lebih sering pake bahasa Inggris karena Bos bukan WNI. Nah gw mau membahas mengenai perbedaan bahasa dan kebudayaan yang kadang-kadang menimbulkan gesekan-gesekan kecil yang tidak diinginkan.
Kayak tadi. Gw mengirim email ke Bos yang isinya lebih kurang memberi saran kepada beliau mengenai pekerjaan. Gw baca berulang-ulang tuh email sebelum klik Send untuk memastikan tidak ada kata-kata yang bisa menyinggung perasaannya berhubung email itu bersifat saran ato koreksi.
Email has been sent. Waiting for his responds.
Gak berapa lama email balasan masuk. Gw balas lagi (isinya gak udah dibahas di sini yee). Setelah beberapa korespondensi, yang tidak gw harapkan terjadi. Bos memanggil gw ke ruangannya. Biasanya kalo udah begini berarti ada salah pengertian.
Yahhh … pasrah deh … mana tisu gw, mana?
Selidik punya selidik … ternyata Bos mengira gw marah kepada beliau di email gw itu. Dan tebak, semua gara-gara apa? Gara-gara … >>
Email Displayed – Ngerti? Gak Janji!
28 Apr 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
in Observation, Office Tag:email
Jika kita mengirim email ke orang lalu kita menconteng pilihan ‘Request a read receipt for this message’ (atau sejenisnyalah) maka sewaktu email tersebut dibuka oleh penerima kita akan mendapat email notifikasi yang intinya pemberitahuan bahwa email kita sudah dibuka/dibaca oleh penerima email.
Format notifikasinya bermacam-macam, tergantung software yang dipake penerima email. Nah, dari sekian macam itu ada satu yang unik dan bikin gw geli tiap membacanya. Geli, karena pas banget isinya dengan si penerima email … emanglah komputer tambah hari tambah canggih yak …
Salah Info Kopi
26 Jan 2009 5 Komentar
Ahhh … ternyata informasi di radio tentang kopi itu yang membuat gw bertekad untuk berhenti minum kopi hanya sebagian saja yang disampaikan ke pendengar. Kelihatannya sumbernya dari detikhot.com dan kabar gembiranya adalah di situ lebih lengkap dijelaskan seperti ini:
Satu lagi alasan mengapa Anda harus mengurangi konsumsi minuman berkafein. Karena kadar kafein yang terlalu banyak, akan menimbulkan halusinasi.
Kafein yang berlebih dalam satu hari adalah tujuh cangkir minuman berkafein setiap harinya. Yang perlu diingat, minuman berkafein bukan hanya kopi. Teh dan minuman bersoda pun mengandung kafein.
Jadi efeknya baru timbul kalo gw minum tujuh cangkir minuman berkafein sehari! Lah gw ini cuma minum satu cangkir sehari kok. Jadi gak papa lah ya. Ngopi lagi ahhh … srrrllllppp …
Boss Gw Paranormal
21 Jan 2009 2 Komentar
in Office Tag:boss, kopi, paranormal
Hadooohh … pekerjaan di kantor kayak gak ada habisnya. Belum selesai satu masalah udah datang masalah laen. Belum selesai satu dokumen udah datang dokumen laen. Kalo kata OB di ruangan gw, Ibarat petani kami ini kerja cangkul cangkul cangkul terus dari pagi sampe sore. Berhentinya hanya pas ada bel istirahat. Atau mungkin juga hanya kalau ada gledek (apa hubungannya coba?).
Biasanya gw berusaha sebisa mungkin untuk enjoy dengan tugas-tugas yang diberikan. Tapi kali ini entahlah … suntuk banget.
Entah apa karena gw yang gak bisa menyembunyikan perasaan itu (gw gagal mendapat piala Citra, oh!), entah apa karena kepala gw kelihatan ada tanduknya, entah apa karena boss gw yang over-sensitif, entah apa karena boss gw paranormal, tiba-tiba aja boss manggil gw ke ruangannya dan melemparkan pertanyaan itu,
“Are you OK?”
Diproteksi: Boss and Chocolate (for password, you need to know my favorite food!)
03 Des 2008 Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar.











Komentar Terakhir