Ada yang Mau Voucher Diskon 50% Draco Water Park Medan Gratis?
23 Mei 2012 1 Komentar
in Activity Tag:draco water park medan, gratis, voucher
Gara-gara ada pembaca yang menanyakan tiket masuk Hairos Water Park dan membandingkannya dengan Draco Water Park, gw jadi teringat paket voucher promosi Draco yang gw miliki.
Jadi ceritanya tahun lalu ada bagian marketingnya yang mempromosikan paket voucher ini ke kantor gw. Tawarannya menarik sangat memang, dengan uang 100.000 kita mendapatkan paket voucher yang mereka klaim senilai 2 juta! Kalo gw hitung-hitung sendiri juga dengan harga tiket masuk 150 ribu, dengan sekali datang saja (kami berlima) dan menggunakan voucher beli 1 dapat 1 maka modalnya yang 100 ribu itu sudah balik. Jadi gw belilah paket voucher itu.
Paket voucher ini terdiri dari masing-masing 10 voucher diskon tiket 50%, 10 beli 1 tiket gratis 1, 10 gratis sewa ban, 10 gratis loker, beli 1 gratis 1 4D Max Rider dan 5 diskon 10% souvenir. Banyak kan?
Sayangnya, dari total voucher sebanyak 55 lembar itu, sampe sekarang baru tepake 5, hanya sekali pergi. Tempatnya bagus sih. Peluncurannya juga pas untuk anak-anak, tidak terlalu curam. Tapi, kadang tak sempat. Kadang tak niat. Kadang udah niat, taunya anak-anak flu. Kadang udah niat, ternyata mendadak mo boker (ngeles banget). Padahal paket voucher ini berbatas waktu, sampai 31 Desember 2012.
Jadi, daripada mubazir (mubazir kan temannya setan sementara gw ini temannya kunti), secara gak mungkin tahun ini gw bisa ngabisinnya sendiri semua, gw mau bagi-bagiin aja paket voucher ini ke pembaca secara gratis. Nambah-nambahin amal gw yang masih kurang ini, untuk modal masuk surga. Dapet emperan surga aja lumayan dah.
Wahai kaum dhuafa, kalo ada yang berminat, kasih komentar aja.
Diclosure: gw bukan pegawai Draco. Gw gak ada hubungan apa-apa dengan Draco, baik hubungan keluarga maupun hubungan terlarang. Gw gak kenal pemilik Draco. Gw juga gak kenal pemilik Pizza Hut (*loh, kok!). Kalo pemilik Mie Sop Kampung di Ring Road mah tau, secara tetangga gw. Rumahnya di pojokan noh.
Kebakaran Pulo Brayan: Pelajaran yang Bisa Dipetik
14 Apr 2012 2 Komentar
in Activity, Observation Tag:kebakaran
Untuk pembaca yang berdomisili di Medan, mungkin sebagian besar sudah mendengar kabar musibah kebakaran yang baru-baru ini melanda sebuah ruko di Pulo Brayan dan menewaskan 7 orang di dalamnya akibat luka bakar yang sangat parah. Musibah ini sangat memprihatinkan, bayangkan … 7 orang anggota keluarga mendadak meninggal terpanggang!
Kejadian lengkapnya bisa dibaca di www[dot]analisadaily[dot]com. Katanya mereka tidak tertolong karena terkurung di dalam ruko tersebut, sementara petugas pemadam kebakaran pun sulit masuk karena terhalang terali. Memang di Medan ini, kalo gw perhatikan sebagian besar orang dari (maaf) etnis Cina suka sekali melindungi rumahnya sedemikian rupa sampai ada istilah ‘kandang harimau’. Soalnya jerjak besi dipasang sekeliling rumah! Maksudnya sih melindungi rumah, tapi ketika terjadi kebakaran malah jadi bumerang karena penghuni rumah sulit keluar untuk menyelamatkan diri.
Kejadian ini mengingatkan gw untuk memeriksa lagi perlengkapan darurat rumah kami yang memang telah disiapkan sedari pertama menempati rumah ini untuk berjaga-jaga, antisipasi kalau suatu saat (mudah-mudahan jangan pernah ya Allah) terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Memang sih yang namanya musibah dan kematian itu, kalo Allah sudah berkehendak kita pasti gak bisa menghindarinya. Tapi kalo kita bisa bersiap diri mengantisipasi, gak ada salahnya kan? Gw ngebayangin kehilangan 1 anggota keluarga aja gak sanggup, apalagi sampe 7. Masya Allah …
Jadi apa saja perlengkapan darurat rumah kami itu?
1. Di lantai 2 ada tali yang sudah disimpul-simpul dan digulung sedemikian supaya tidak kusut sehingga bisa dipakai untuk turun melalui balkon atas tanpa tangan harus terseret dan luka. Ada juga kain gendongan bekas Rifky bayi dulu. Keduanya ditaruh di laci dekat balkon atas, satu-satunya akses untuk keluar dari atas. Tadi gw periksa keduanya masih OK.
2. Di lantai bawah, satu terali jendela depan dan satu di jendela belakang dirancang supaya bisa dibuka. Jadi seperti pintu saja, tapi sebenernya jendela. Untuk menguncinya digunakan gembok. Tadi gw cek, kondisi gembok dan teralinya masih OK.
3. Di ruang belakang juga disiapkan tali, yang gunanya untuk memanjat tembok belakang.
4. Semua dokumen-dokumen dan benda penting serta uang tunai cadangan secukupnya disimpan dalam 1 tas ransel besar dalam lemari tak terkunci supaya bisa langsung diangkat. Ranselnya sendiri digembok sih biar isinya aman. Kenapa harus ransel, bukan yang lain misalnya koper? Tentu saja karena ransel bisa kita sampirkan di punggung sehingga kedua tangan kita masih bisa bergerak bebas, sementara kalo koper harus ditenteng.
Nah, itulah daftar benda-benda di rumah ini yang gw siapkan tapi gw berharap benda-benda itu tak akan pernah terpakai selamanya.
Bagaimana dengan rumah Anda, sudah ada perlengkapan darurat juga kah?
Ikan Sang Teroris
10 Agu 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
in Activity, Observation
Minggu pagi yang cerah … kembali gw mendapatkan mood memasak! Menurut gw, mendapatkan mood memasak sama dengan mendapatkan malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Bukti persamaannya adalah: pertama, malam Lailatul Qadar sangat sulit didapatkan. Dan kedua, di malam Lailatul Qadar kita berdoa sebanyak-banyaknya. Di hari gw mendapatkan mood memasak, keluarga kecil gw pun akan berdoa sebanyak-banyaknya. Semoga masakan hari ini gak hangus lagi … semoga masakan hari ini gak keasinan lagi …
Menu istimewa di hari ini adalah … ikan bakar. Untuk pasangannya gw berkolaborasi dengan Irma karena Nadya kepengen makan tumis buncis masakan Irma yang kerenyes-kerenyes. Gw ke pasar dengan Irma dan Rifky. Kami ke toko ikan kecil di sudut pasar yang khusus menjual ikan segar yang masih dalam bak. Salah satu yang gw benci dalam hal membeli hewan yang masih hidup untuk dimakan adalah kita harus menyaksikan suatu pembunuhan berencana di mana kita adalah dalangnya. Setelah memilih ikan-ikan gurami yang segar, si abang penjual segera mengeksekusinya. Dan cara pembunuhannya tergolong sangat sadis. Ikan-ikan tak bersalah itu dipukul kepalanya sambil dibanting ke lantai.
PLETAK! Yak, dipukul sampai mati saudara-saudara!
Apa salah ikan tersebut? Apakah ikan-ikan itu teroris? Nazaruddin yang korupsi aja tidak dibunuh dengan sadis seperti itu, tapi cukup dipenjarakan. Mengapa ikan-ikan itu tidak dipenjara saja? *loh, kok?* Irma yang sepertinya pertama kali menyaksikan hal tersebut, menggeleng-geleng kepala takjub. Dia protes ke gw, ‘sadis kali kak bunuhnya’. Gw sebenernya pengen protes juga ke si abang. Tapi gw sendiri gak punya alternatif lain yang lebih baik untuk membuat ikan itu mati.
Disembelih? Leher aja gak punya.
Disuntik arsenik? Ntar dikira mau nyaingin Pollycarpus.
Ditembak? Gak punya pestol.
Dieksekusi di kursi listrik? Ikan gak bisa duduk.
Dikejutkan? Gw belum pernah denger ikan mengidap sakit jantung.
Dibom? Ya, sepertinya ide bagus, karena itu berarti gw gak perlu capek-capek lagi membakar ikan itu. Tapi alih-alih dapet ikan bakar, gw malah dapet BARA ikan.
Dibiarkan mati perlahan di luar air? Ini lebih sadis lagi. Lagian memangnya gw harus menunggu berapa hari?
Ternyata dipukul sepertinya adalah cara yang terbaik. Yah, daripada ikan itu hidup. Gw pernah ngelihat ikannya belum mati tapi sudah dibersihkan isi perutnya sama si penjual. Jadi ikannya masih goyang-goyang. Kasihan … Akhirnya gw cuma bisa pasrah dan berdoa semoga arwah mereka diterima di sisi Allah. Dan ampunilah dosa kami sebagai dalang pembunuhan itu.
*Repost from 28/01/2008*
Bagaimana Menyelesaikan Rubik’s Cube?
06 Jan 2011 2 Komentar
in Activity
Alkisah di tahun 1980-an, hiduplah seorang anak kecil yang memiliki Rubik’s cube pemberian teman ibunya, yang berasal dari Inggris (yang dari Inggris yang mana, temen ibunya atau Rubik’s cube-nya? Dua-duanya. Kalau gak salah namanya Mr. John. Bukan, bukan John Lenon, bukan pula John Travolta … apalagi Jojon). Sang anak sangat penasaran bagaimana cara menyelesaikan kubus Rubik ini. Bolak balik kanan kiri, jungkir balik atas bawah (yang jungkir balik Rubik’s cube-nya bukan anaknya) … masih tidak terselesaikan. Okeh, selesai satu sisi, begitu akan menyelesaikan sisi lain sisi yang tadinya sudah OK malah jadi berantakan. Bagaimanakah caranya? Haruskan dia meneteskan air mata di pipi? *Deddy Dukun mode=on*
Alkisah di penghujung tahun 2010, hiduplah seorang ibu yang telah berhasil menyelesaikan Rubik’s cube untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Dalam keremangan malam, sang ibu melompat-lompat riang.
Siapakah gerangan sang anak dan sang ibu itu? Tepuk tangan dulu dong. Eits, jangan lempar tomat yah. Lempar cabe saja, cabe lagi mahal. Sekilo mencapai 100 ribu. Kalo beras sekilo bisa 12 ribu. Ikan bawal 38 ribu. Ikan kembung 24 ribu. Kalo nawar dikit paling dapet 23 ribu. Kalo nawarnya agak kencang nanti dilemparin ikan busuk sama tukang ikan. Ini blog atau pasar? OK … fokus … fokus … Sudah cukup tepuk tangannya?
Baiklah … sang anak dan ibu itu adalah … sayaaaa! *Huh, kirain Ayu Azhari. Jangan kecewa pembaca, kalo dia kan pinternya memenjarakan anak. Ups … bakal dipenjarakan gak gw yah kalo dia baca ini?*
Ya, dendam itu terbalaskan sudah … setelah menunggu lebih dari 30 tahun lamanya, jendral! Gw penasaran banget dari kecil dulu gimana caranya menyelesaikan Rubik’s cube. Ternyata oh ternyata, bukan hanya kunci jawaban IPA yang bisa kita dapatkan, kunci Rubik’s cube juga tersedia. Gak jauh-jauh, kuncinya disediakan oleh produsennya sendiri, www.rubiks.com.
Jadi intinya ada 6 step. Secara ringkas yah, detilnya bisa dipelajari sendiri di site di atas tadi. Tapi kalo nanti mo nanya-nanya detil ke gw silakennn … gak bayar kok. Dihidangin pancake durian udah cukup. Tapi pancake duriannya dihidangkan dalam satu mobil baru. Mobil BMW boleh … mobil Jaguar juga boleh. Asal jangan mobilnya si Doel.
Step 1, buat cross putih. Step 2, buat layer putih semua. Step 3, selesaikan dua baris di bawah layer putih. Step 4, kubusnya dibalik, buat cross kuning. Step 5, selesaikan layer kuning lalu pastikan cornernya sudah betul semua. Step 6, betulkan edge-nya. Jadi deehhh kubusnya … jadi apa? Ya jadi kubus! Puas banget rasanya!
Bersih-bersih
01 Nov 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Activity
*lagi bersih-bersih sarang laba-laba … blog-nya terlantar lama*
Social Vibe
17 Jun 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
in Activity
Waktu pertama nengok ‘breaking-news’ dari Word Press tentang Social Vibe, gw langsung tertarik untuk bergabung. Info lengkapnya ada di sini. Jadi caranya, gw memasang widget SocialVibe di blog gw, sebelah kanan nih, paling atas. Gw memilih cause World Food Programme. Dengan begitu, gw bisa men-trigger sumbangan yang akan disalurkan untuk World Food Programme dengan disponsori merek yang gw pilih, dalam hal ini, Sprint.
Setiap orang yang mengunjungi blog gw mengklik dan berhubungan dengan merek yang gw pilih ini (misalnya memberikan rating untuk sebuah video) maka akan langsung kelihatan hasilnya di badge gw ini, misalnya ‘My blog has provided 63 cups of clean water for people in need’.
Uang yang disumbangkan berasal dari merek yang mensponsori blog gw, jadi gw dan pembaca gak perlu bayar apa-apa. Gw pun tidak dibayar apa-apa. Jadi cukup klik badge gw ini. Lalu sumbangan akan diberikan kepada yang berhak oleh sponsor. Mudah kan?
Jadi, tunggu apa lagi? Hayo beramal, klik badge Social Vibe gw! Thanks in advance …
Fitness: Salah Kelas
23 Mei 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
Mulai Minggu lalu gw ikutan fitness lagi. Abis, badan mulai banyak keluhan. Yang punggung sakit. Yang mata merah. Yang mudah capek. Yang tidur gak nyenyak. Ntah karena umur gw barusan bertambah satu atau emang karena udah tambah tua (yaa … itu mah sama aja).

Ayo ayo olahraga!
Diiringi sepatu olahraga yang baru hadiah dari misua tercinta, gw pun bersemangat pergi ke fitness centre yang jaraknya sekitar 15 menit dari rumah. Gw sampe di sana sekitar jam 5.30. Eh, tumben kok masih ada senamnya. Ikutan ahh … Loh, tapi kok instrukturnya cowok, biasanya cewek? Eh, nggak ding … kayaknya si abang separuh cewek deh, gerakannya itu loh. Lagian di depan pintu masuk kan ada tulisan “Ladies only”, jadi kalo sampe dia berani masuk berarti dia merasa lady dong … Jadi gw tetep aja ikutan senam, ngambil posisi agak belakang.
Loh, tapi lama kelamaan … kok gerakannya bukan aerobik … lebih cenderung ke gerakan BL? Tau kan gerakan BL itu yang kayak gimana? Yang kira-kira kalo gerakan itu gw lakukan di atas panggung konser dangdut maka penontonnya akan nafsu semua. Eits, jangan salah … maksudnya nafsu untuk melempar tomat busuk, telur busuk, dan semua yang busuk-busuk. Terus, udah lewat jam 6 kok belum berhenti senamnya? Gw pikir-pikir lagi menggunakan otak gw yang mulai cepat lelah ini … ini hari Rabu … ini jam 6 … ini gerakannya BL … berarti … ya jelas lah ini kelas BL!
Wedeww … gw salah masuk kelas, ding. Gw kan mendaftar untuk kelas Aerobik, di hari Selasa-Jumat, jam 4.30 – 5.30. Jadi kok masuk kelas BL? Akhirnya gw mundur teratur, keluar dari ruangan.
Bener aja, waktu gw lagi di ruang ganti mbak penjaganya nyamperin, nanya apakah gw orang baru. Iya mbak, gw orang baru, yang gak bisa membedakan hari Rabu dan Selasa. Di tempat fitness ini setelah Selasa itu hari Rabu ya Mbak? Saya kira beda dengan di rumah saya. So, I just said sorry to her.
Setelah fitness badan terasa segar. Semua keluhan gw hilang. Tidur pun nyenyak. Nah, jangan lupa, kalau habis fitness pasang alarm supaya gak kesiangan. Waktu pertama kali fitness itu, besoknya gw bangun kesiangan, panik nanyain seisi kamar, “Ini hari apa? Ini hari apa?” karena mengira itu hari libur (sehingga bangun siang) lalu langsung mandi untuk segera ke kantor.
Rahmat International Gallery
16 Mei 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
in Activity Tag:jalan-jalan
Sabtu kemaren waktu libur Waisak Nadya menuntut jalan-jalan. Biasalah, namanya anak-anak. Mau diajak berenang, Rifky lagi sakit. Mau diajak ke mall, kok rasanya gak mendidik, masa’ ke mall melulu. Akhirnya gw mengajaknya ke Rahmat International Gallery. Sebenarnya ini kali ketiga kami berkunjung ke sana. Tapi karena suasananya bagus Nadya tetap bersemangat maen ke sana.
Jadi ada apa aja di sana? Gallery ini didirikan oleh Rahmat Shah yang hobi berburu. Hewan-hewan hasil buruannya diawetkan dan dipamerkan di sini. Jadi semua hewan benar-benar asli. Setiap stand ada penjelasan mengenai nama hewan tersebut. Jadi lumayan untuk menambah perbendaharaan hewan untuk anak-anak.
Dibandingkan dengan kunjungan terakhir kami, ada stand yang baru di dalam yaitu Night Safari. Ada satu ruangan yang gelap dengan suasana hutan, jadi seolah-olah kita berjalan di hutan di malam hari. Ada beberapa hewan di sana seperti harimau, singa, dll. Yang ditonjolkan adalah suara hewannya. Jadi di sini lebih memperkenalkan kepada suara hewan.
Bagus deh pokoknya, recommended.














Komentar Terakhir