Ada yang Mau Voucher Diskon 50% Draco Water Park Medan Gratis?

Gara-gara ada pembaca yang menanyakan tiket masuk Hairos Water Park dan membandingkannya dengan Draco Water Park, gw jadi teringat paket voucher promosi Draco yang gw miliki.

Jadi ceritanya tahun lalu ada bagian marketingnya yang mempromosikan paket voucher ini ke kantor gw. Tawarannya menarik sangat memang, dengan uang 100.000 kita mendapatkan paket voucher yang mereka klaim senilai 2 juta! Kalo gw hitung-hitung sendiri juga dengan harga tiket masuk 150 ribu, dengan sekali datang saja (kami berlima) dan menggunakan voucher beli 1 dapat 1 maka modalnya yang 100 ribu itu sudah balik. Jadi gw belilah paket voucher itu.

Paket voucher ini terdiri dari masing-masing 10 voucher diskon tiket 50%, 10 beli 1 tiket gratis 1, 10 gratis sewa ban, 10 gratis loker, beli 1 gratis 1 4D Max Rider dan 5 diskon 10% souvenir. Banyak kan?

Sayangnya, dari total voucher sebanyak 55 lembar itu, sampe sekarang baru tepake 5, hanya sekali pergi. Tempatnya bagus sih. Peluncurannya juga pas untuk anak-anak, tidak terlalu curam. Tapi, kadang tak sempat. Kadang tak niat. Kadang udah niat, taunya anak-anak flu. Kadang udah niat, ternyata mendadak mo boker (ngeles banget). Padahal paket voucher ini berbatas waktu, sampai 31 Desember 2012.

Jadi, daripada mubazir (mubazir kan temannya setan sementara gw ini temannya kunti), secara gak mungkin tahun ini gw bisa ngabisinnya sendiri semua, gw mau bagi-bagiin aja paket voucher ini ke pembaca secara gratis. Nambah-nambahin amal gw yang masih kurang ini, untuk modal masuk surga. Dapet emperan surga aja lumayan dah.

Wahai kaum dhuafa, kalo ada yang berminat, kasih komentar aja.

Diclosure: gw bukan pegawai Draco. Gw gak ada hubungan apa-apa dengan Draco, baik hubungan keluarga maupun hubungan terlarang. Gw gak kenal pemilik Draco. Gw juga gak kenal pemilik Pizza Hut (*loh, kok!). Kalo pemilik Mie Sop Kampung di Ring Road mah tau, secara tetangga gw. Rumahnya di pojokan noh.

Prakarya Anak: Hidrolik Mobil

Mainan favorit Rifky adalah mobil-mobilan. Setiap hari pasti main mobil-mobilan. Nah, supaya tambah seru mainnya, kita buatkan Rifky tempat cucian mobil, lengkap dengan hidrolik mobilnya, yuk!

Bahan: kotak kardus bekas, tabung suntikan kapasitas besar (60 ml) 2 buah (tanpa jarum suntik), selang (bisa pakai selang infus).

Cara membuat: Lubangi kardus seukuran tabung suntik. Masukkan salah satu tabung suntik dengan posisi terbalik. Hubungkan kedua tabung suntik dengan selang. Pastikan posisi penekan tabung berlawanan satu sama lain. Misalnya jika penekan tabung pertama posisinya di 0 ml, maka tabung kedua posisinya di max (60 ml). Selesai.

Coba ditekan tabung suntiknya. Nah, ujung yang lain jadi naik! Jadi deh hidroliknya. Gampang kan? Siapa mau ikutan cuci mobil di sini?

Lalu Lintas di Medan yang Semrawut: di Mana Salahnya?

Hayo motor, hajar aja lampu merah

Dari pertama kali pindah ke kota Medan tahun 2001 sampai detik ini, gw masih selalu ‘terkagum-kagum’ dengan keanekaragaman lalu lintas di kota ini. Gimana gak beranekaragam coba, lampu merah sisi utara yang ijo tapi kendaraan dari sisi barat juga jalan, sepertinya mereka yang di sisi barat itu berasa merah ke-ijo-ijoan. Ada yang lampu merahnya mati semua. Ada juga yang lampu merahnya idup semua merah-kuning-ijo di langit yang biru. Ada lagi angkot yang hanya Tuhanlah yang tau kapan dan di mana supirnya akan berhenti. Beranekaragam, bukan?

Selain beranekaragam, lalu lintas Medan juga adil dan merata. Hari ini lampu merah di simpang Gatot Subroto-Ring Road yang mati total. Besok, gantian yang di simpang Setiabudi-Ring Road. Lalu di persimpangan tanpa lampu merah, semua kendaraan nyosor masing-masing merasa prioritasnya nomor satu. Adil dan merata, bukan?

Pertama kali pindah, gw terkesan dengan satu peristiwa yang sampe sekarang gw gak lupa. Jadi ceritanya, waktu itu gw lagi nyetir di jalan Setiabudi. Di depan gw ada mobil gede tinggi, model-model off road gitu. Bannya besar. Di sepanjang jalan kami beriringan itu memang tidak ditemukan U-turn. Kelihatannya si supir gak sabar menunggu ada belokan untuk beralih arah. Tau apa yang dia lakukan? Bukan, dia tidak mengangkat mobilnya, dari belakang gw gak ngeliat ada sayap di punggungnya kok (emang keliatan apa?). Gw rasapun kalo supirnya turun, celana dalamnya pasti gak dipake di luar tuh. Tidak, tidak … dia juga tidak menggali marka jalan untuk membuat rute belokan baru.

Yang dia lakukan adalah … jreng, jreng, jreng … secara tiba-tiba membelokkan mobilnya menerjang marka jalan, naik sebentar di atas rerumputan untuk kemudian turun kembali dan secara sukses telah berada di jalur jalan yang berlawanan!

Lagi

Si Cempaga, Bunga Kuning Kecil Merambat yang Cantik

Cempaga di atap gazebo

Di kolam renang dalam perumahan tempat kami tinggal, ada semacam gazebo yang dinaungi tanaman merambat yang berbunga kuning kecil-kecil. Kalau sedang berbunga penuh, cantiiik sekali.

Penasaran dengan namanya, gw menjelajahi internet. Pake keyword bahasa Indonesia ‘bunga kuning kecil merambat’ tidak membuahkan hasil! Setelah beralih menggunakan bahasa Inggris, baru ketemu deh. Heran juga yah, apa bunga ini tidak terkenal di Indonesia?

Ternyata namanya adalah … Tristellateia Australasiae. Nama bulenya Shower of gold climber. Atau di sini dikenal juga dengan cempaga. Jangan salah ya, beda dengan cempaka. Dalam satu tangkai bisa ada sampai 30-an bunga. Di salah satu site, ada catatan bahwa bunga ini ‘hard to find’! Wow, keren juga kalo club house kami bisa menanamnya … subur lagi. Tapi yah, gak tau juga ‘hard to find’ di mana, mungkin kalo di padang pasir sih pasti iya susah nyarinya.

Selain penasaran dengan namanya, gw juga pengen tau ada khasiatnya gak. Sapa tau bisa dimanfaatkan di saat-saat genting, kayak pohon dadap merah depan rumah kami itu. Tapi ternyata hasil pencarian gw tidak menemukan laman yang menyatakan khasiatnya. Well, paling tidak yang pasti gw tau fungsi utamanya yaitu meneduhkan (jika dirambatkan membentuk atap) dan menjadi obyek foto yang cantik untuk kamera gw :)

Kebakaran Pulo Brayan: Pelajaran yang Bisa Dipetik

Untuk pembaca yang berdomisili di Medan, mungkin sebagian besar sudah mendengar kabar musibah kebakaran yang baru-baru ini melanda sebuah ruko di Pulo Brayan dan menewaskan 7 orang di dalamnya akibat luka bakar yang sangat parah. Musibah ini sangat memprihatinkan, bayangkan … 7 orang anggota keluarga mendadak meninggal terpanggang!

Kejadian lengkapnya bisa dibaca di www[dot]analisadaily[dot]com. Katanya mereka tidak tertolong karena terkurung di dalam ruko tersebut, sementara petugas pemadam kebakaran pun sulit masuk karena terhalang terali. Memang di Medan ini, kalo gw perhatikan sebagian besar orang dari (maaf) etnis Cina suka sekali melindungi rumahnya sedemikian rupa sampai ada istilah ‘kandang harimau’. Soalnya jerjak besi dipasang sekeliling rumah! Maksudnya sih melindungi rumah, tapi ketika terjadi kebakaran malah jadi bumerang karena penghuni rumah sulit keluar untuk menyelamatkan diri.

Kejadian ini mengingatkan gw untuk memeriksa lagi perlengkapan darurat rumah kami yang memang telah disiapkan sedari pertama menempati rumah ini untuk berjaga-jaga, antisipasi kalau suatu saat (mudah-mudahan jangan pernah ya Allah) terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Memang sih yang namanya musibah dan kematian itu, kalo Allah sudah berkehendak kita pasti gak bisa menghindarinya. Tapi kalo kita bisa bersiap diri mengantisipasi, gak ada salahnya kan? Gw ngebayangin kehilangan 1 anggota keluarga aja gak sanggup, apalagi sampe 7. Masya Allah …

Jadi apa saja perlengkapan darurat rumah kami itu?

1. Di lantai 2 ada tali yang sudah disimpul-simpul dan digulung sedemikian supaya tidak kusut sehingga bisa dipakai untuk turun melalui balkon atas tanpa tangan harus terseret dan luka. Ada juga kain gendongan bekas Rifky bayi dulu. Keduanya ditaruh di laci dekat balkon atas, satu-satunya akses untuk keluar dari atas. Tadi gw periksa keduanya masih OK.

2. Di lantai bawah, satu terali jendela depan dan satu di jendela belakang dirancang supaya bisa dibuka. Jadi seperti pintu saja, tapi sebenernya jendela. Untuk menguncinya digunakan gembok. Tadi gw cek, kondisi gembok dan teralinya masih OK.

Terali kanan bisa dibuka, kalo yang kiri terali mati

3. Di ruang belakang juga disiapkan tali, yang gunanya untuk memanjat tembok belakang.

4. Semua dokumen-dokumen dan benda penting serta uang tunai cadangan secukupnya disimpan dalam 1 tas ransel besar dalam lemari tak terkunci supaya bisa langsung diangkat. Ranselnya sendiri digembok sih biar isinya aman.  Kenapa harus ransel, bukan yang lain misalnya koper? Tentu saja karena ransel bisa kita sampirkan di punggung sehingga kedua tangan kita masih bisa bergerak bebas, sementara kalo koper harus ditenteng.

Ransel yang Stand-By

Nah, itulah daftar benda-benda di rumah ini yang gw siapkan tapi gw berharap benda-benda itu tak akan pernah terpakai selamanya.

Bagaimana dengan rumah Anda, sudah ada perlengkapan darurat juga kah?

Liburan Seru ‘Diving’ di Dalam Kota Medan

Siapa bilang untuk bisa diving kita harus jauh-jauh ke Bunaken? Siapa bilang diving tidak bisa dilakukan di dalam kota, khususnya kota Medan?

Benar, tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar kota untuk menyalurkan hobi diving, ternyata diving bisa dilakukan di tengah-tengah kota Medan metropolitan ini.

Hayo tebak-tebak … di bagian kota Medan manakah Nadya menyelam di foto di posting ini?

Earth Hour: Tips Menghemat Energi

Postingan yang rada telat? Mungkin ya, karena judulnya ada menyebutkan Earth Hour, tanggal 31 Maret, sudah hampir seminggu yang lalu. Mungkin juga tidak, karena judulnya menyebutkan tips menghemat energi, hal yang seharusnya kita lakukan terus menerus, bukan hanya saat Earth Hour.

Jadi kali ini, gw sebenernya mo membahas tips menghemat energi itu, dengan mengambil momen Earth Hour. Bagaimana dengan pembaca sendiri, apakah mematikan peralatan listrik waktu Earth Hour? Kami sendiri terus terang hanya mematikan lampu kamar saja. Tapi peralatan lain seperti AC tetap hidup. Panas bo’ kalo gak pake AC, ntar malah gak bisa tidur hehehe …

Menurut gw sih, kan Earth Hour itu hanya gerakan simbolik, yang lebih penting adalah bagaimana kita menerapkan gerakan itu dalam kehidupan sehari-hari. Jangan salah loh, umat Hindu sudah lebih dahulu menerapkan ‘gerakan’ semacam ini, bukan hanya earth hour tapi sudah earth day! Iya, ingat waktu hari raya Nyepi kan. Di hari itu, umat Hindu tidak menyalakan listrik seharian penuh.

Jadi, setelah Earth Hour atau ‘Earth Day’, apa yang bisa kita lakukan untuk menghemat energi setiap hari? Ini nih tips yang sudah gw terapkan sehari-hari, yakin deh pasti di antara pembaca juga sudah ada yang menerapkannya juga.

1. Ya, sudah pasti tips nomor satu adalah matikan peralatan listrik yang tidak digunakan.

2. Menyambung poin no. 1: tapi jangan salah ya khusus untuk AC, memati-hidupkannya kadang justru tidak menghemat energi. Jika akan pergi keluar rumah tapi dalam waktu sebentar, sebaiknya AC tidak dimatikan. Tapi distel saja suhunya ke yang paling besar. Hal ini karena sewaktu AC baru dihidupkan dan suhu ruangan masih panas, energi untuk mendinginkan ruangan lebih besar dibandingkan AC tetap hidup untuk mempertahankan suhu dingin.

3. Pintu lemari es jangan sering dibuka tutup karena suhunya menjadi naik sehingga konsumsi listrik lebih besar.

4. Jika mencuci dengan mesin cuci, semua pakaian dikumpulkan dulu memenuhi kapasitas mesin cuci (tapi jangan melebihi ya, ntar rusak mesinnya) baru dicuci berbarengan sekaligus.

5. Jika punya kebiasaan nonton tivi sebelum tidur, manfaatkan fitur timer tivi supaya kalo ketiduran maka situasi tidak menjadi terbalik, tivinya yang jadi nonton kita tidur dan menghabiskan listrik percuma.

6. Peralatan elektronik yang jarang dipakai dicabut saja dari colokan listrik. Misalnya kalo DVD player jarang dipake, ya dicabut saja. Walaupun posisinya stand by kalo dicolok, tetap saja mengkonsumsi listrik kan?

7. Gunakan lampu hemat energi. Keknya semua orang sudah tahu ini yah, jangan pake lampu pijar lagi kalo gak perlu-perlu amat.

8. Kalo ingin memanaskan makanan, manfaatkan rice cooker. Tanaklah nasi sekaligus memanaskan makanan.

9. Saat mau tidur matikan semua lampu rumah yang tidak diperlukan. Kalo di rumah gw yang hidup hanya lampu teras dan lampu tidur kamar. Semua lampu lain beristirahat.

10. Pada saat fajar/subuh sebenarnya cuaca cukup dingin jadi AC gak perlu-perlu amat hidup. Manfaatkan timer AC sehingga AC otomatis mati ketika fajar. Kalo di rumah gw timernya diset pukul 4.30. Walaupun sudah mati jam segitu, sampe pukul 5.30 masih terasa dingin kok!

11.  Untuk pekerja yang tidak perlu stand-by 24 jam, kalo sudah mau tidur matikan saja HP-nya. Jadi kan hemat batere. Berarti otomatis hemat listrik untuk charge.

12. Kalo lagi charge benda elektronik, entah itu HP, lampu emergency, raket nyamuk, batere re-chargable, dan lain sebagainya segera cabut dari listrik ketika sudah penuh.

13. Jangan biarkan lemari es kosong. Tapi juga jangan penuh sekali sih. Karena jika ada makanan disimpan di dalamnya maka makanan tersebut juga ikut mempertahankan suhu dingin. Terutama bagian freezer, jika sedang kosong bekukan beberapa batu es di dalamnya.

Itu saja dulu. Selamat menghemat energi!

Ternyata Pohon Dadap Merah Banyak Khasiatnya

Dadap Merahku

Udah liat postingan ‘tamu’ gw sebelumnya, yang menceritakan pohon kesayanganku ituh? Ternyata pohon yang telah setia menemani rumah kami itu namanya pohon dadap merah (iya rada sombong yah, sudah menemani sekian lama baru berkenalan sekarang). Memang sesuai dengan warna bunganya yang merah. Nama binomialnya Erythrina variegata dari Famili Fabaceae/Leguminosae. Kalo nama bule-nya Tiger’s Claw.

Hasil pencarian gw di wikipedia menunjukkan bahwa pohon ini banyak khasiatnya di antaranya untuk memperbanyak ASI (air susu ibu), membuat tidur lebih nyenyak, dan bersama dengan bunganya untuk melancarkan haid. Cairan sari daun yang dicampur madu diminum untuk mengobati cacingan; sari daun dadap yang dicampur minyak jarak (kasteroli) digunakan untuk menyembuhkan disentri. Daun dadap yang dipanaskan digunakan sebagai tapal untuk meringankan rematik, juga sakit perut. Pepagan (kulit batang) dadap memiliki khasiat sebagai pencahar, peluruh kencing dan pengencer dahak. Namun, bijinya agaknya beracun. Hmm … perlu diwaspadai nih kalo sampe bijinya jatuh, ntar dimain-mainkan anak-anak kan bahaya. Tapi Alhamdulillah sejauh ini gw belum pernah menemukan bijinya, yang katanya berbentuk polong. Kalo bunganya sih buanyaaak … sampe-sampe halaman kami jadi bed of tiger’s claws.

Bed of Tiger's Claws

Nah entah kenapa kebetulan minggu lalu misua gw sakit perut. Fajar-fajar misua gw terbangun dan kesakitan. Langsung aja deh gw praktekkan, memetik daun dadap depan rumah gw itu, melayukannya di atas api, lalu menempelkannya di perut misua sebagai tapal. Misua tercinta bilang sakit perutnya mereda! Dan gw tau misua gak berkata begitu hanya untuk menyenangkan hati gw karena setelah pake tapal misua bisa tidur nyenyak sampai pagi. Hmmm … gw tambah sayang deh sama mas Dadap itu.

Cinta terlarang antara aku dan mas Dadap

Selain fungsi kesehatan pohon ini juga mengundang burung-burung dan mencegah polusi. 

Persahabatan Dadap dan Burung

Memiliki kandungan protein (dan nitrogen) yang tinggi, daun-daun dadap juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau untuk pupuk hijau. Apalagi yah? Ohya … tentu saja … pohon ini berfungsi sebagai peneduh. Anak-anak tetangga, teman main Nadya dan Rifky senang sekali ‘mangkal’ (emangnya tukang ojek) di bawah pohon ini. Sesekali di siang hari yang terik ada mobil tamu tetangga yang numpang parkir berteduh di bawah pohon itu.

Dadap Merah dan Langit Biru

Begitu gw memberitahu informasi ini ke Rifky, Rifky seperti bertambah takjub sekali dengan pohon ini. Rifky langsung mengusulkan gw untuk mencatat semua hal itu dan menempelnya di pohon supaya semua orang tahu! :)

Rindangnya mas Dadap

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 599 pengikut lainnya.