Ketika Rifky Tak Mau Meninggal
10 Jan 2012 2 Komentar
in Kids Tag:minyak bumi
“Ma, Rifky gak mau meninggal …”
Dan tiba-tiba waktu sedang makan malam Rifky si bungsu yang sedang duduk di TK B mengeluarkan pernyataan itu ke gw, dengan wajah serius dan suram.
Gw: Semua orang pasti meninggal, Dek … tinggal menunggu kapan waktunya saja.
Rifky: Kalo meninggal terus kita ngapain?
Gw: Kalo meninggal kita dikubur.
Rifky: Abis dikubur ngapain?
Si kakak yang duduk di seberang meja jadi ikutan nimbrung,
Nadya: Abis dikubur kita jadi tengkorak. Daging-dagingnya lepas, tinggal tulangnya saja.
(Hihihi … kalo dipikir-pikir memang jawabannya serem yah, untuk anak seusia Rifky)
Gw kira pertanyaannya selesai. Ternyata masih bersambung …
Rifky: Abis jadi tengkorak jadi apa?
Gw (mulai kehabisan jawaban): Abis jadi tengkorak kita jadi fosil.
Rifky: Abis jadi fosil?
Gw (jawaban jadi bertambah jauh): Setelah jadi fosil, setelah jutaan tahun jadi minyak bumi. Jadi bensin deh …
Rifky tercenung. Wajahnya tambah suram. Kali ini matanya berkaca-kaca. Alih-alih jawaban yang kami berikan bisa memuaskan, justru membuatnya tambah mewek dan mengulangi pernyataan awalnya tadi,
Rifky: Ma … Rifky gak mau … meninggal … (mewek)
Antara kasihan dan geli gw mengelus-ngelus punggungnya. Mungkin yang ada di pikiran Rifky adalah:
“MAAAAA … AKU GAK MAU JADI PERTAMAAAAX …!”
Besoknya, waktu gw lagi di kantor, Rifky nelpon, masih mempertanyakan jadi apa kita setelah meninggal.
Kali ini gw mencoba menjawab lebih positif,
Gw: Kalo Rifky rajin sholat, baik sama temen, nanti Rifky masuk surga. Nanti kita bertemu lagi di surga. Di surga banyak permen, es krim, mobil-mobilan, mobil beneran … pokoknya semuanya ada!
Dan Rifky pun merasa lega. Sorenya langsung sholat mahgrib tanpa diminta










Feb 01, 2012 @ 11:55:43
hikkssss..ngapo laju makwo nak nangis iniiii…. *_*
Feb 01, 2012 @ 14:11:28
lajula nangis lah