Atopy Dermatitis – Penyakit Alergi Menguntungkan
23 Feb 2009 8 Komentar
in Health, Kids, Tips Tag:alergi, Atopiclair, Atopy Dermatitis, kulit

Merah di Pipi
Sejak dari bayi kadang-kadang kulit Rifky menderita merah-merah. Seringnya di pipi, kadang di tangan atau di kaki. Dari bacaan-bacaan, kami menganalisa kemungkinan besar itu karena alergi makanan. Tapi udah dianalisa makanannya satu-satu, masih gak ilang-ilang. Sempet si ikan yang menjadi tertuduh, lalu telur yang jadi tersangka, kemudian susu pula. Pokoknya setiap timbul merah itu, makanan terakhir yang dimakannya langsung di-black list. Lama-lama … bisa jadi tidak ada lagi tersisa makanan yang valid bagi Rifky!
Nah sebelum hal itu benar-benar terjadi, kami membawanya ke dokter anak. Dokter anak juga mendiagnosis itu alergi. Tapi seperti yang gw tebak obat yang dikasih antibiotik lagi antibiotik lagi. Itulah yang bikin gw males bawa anak ke dokter. Dokter juga ngasih salep. Tapi udah dikasih obat salep, merahnya masih gak ilang. (Belakangan waktu kami ke dokter spesialis kulit, dokternya bilang itu salep untuk jamur … halah dokter kok suka ‘asal’ ngasih obat yah, biar pasien senang aja dapet obat kali ya? Kalo gitu kita harus rajin-rajin cari informasi sebelum dan sesudah ke dokter)
Akhirnya kami membawanya ke dokter spesialis kulit. Sang ibu dokter langsung dapat menganalisa kalo ini adalah penyakit atopy dermatitis. Ciri khasnya adalah merah-merahnya timbul secara simetris. Kalo ada di pipi kiri, maka biasanya ada di pipi kanan juga. Kalo ada di tangan kanan, maka biasanya ada di tangan kiri juga. Kalo munculnya di hidung, gimana Dok? Kan gak ada hidung kanan ato kiri?
Penyebab utamanya adalah makanan-makanan yang mengandung pengawet, penyedap, pewarna … pokoknya segala macem zat-zat kimiawi tambahan.
Yah … memang waktu itu kami sering mengajak anak-anak makan di luar di akhir pekan. Tujuannya sih refreshing buat mereka. Tapi justru jadi bumerang buat Rifky. Sejak saat itu kami berusaha sebisa mungkin untuk tidak makan di luar dan lebih berhati-hati mengkonsumsi makanan.
Nah, makanya gw menganggap Atopy Dermatitis itu penyakit alergi yang menguntungkan. Jika habis memakan sesuatu pipi Rifky agak kemerahan, maka kami bisa tau kalau makanan itu mengandung pengawet/penyedap/pewarna buatan. Dan berusaha gak mengkonsumsinya lagi. Alhamdulillah sampe sekarang pipi Rifky udah jarang merah lagi.
Jadi dari hasil pengamatan kami menyimpulkan tempat makan yang paling banyak zat kimia tambahan adalah … restoran Nelayan/Jala-jala (padahal ini termasuk tempat yang t.o.p di Medan). Sedangkan tempat makan yang paling aman adalah … Pizza Hut!
Ohya, untuk obat salepnya supaya merah-merahnya cepet ilang jika menyerang, dokter ngasih Atopiclair – non steroidal cream. Tadinya dokter mau ngasih obat yang steroid. Tapi gw sudah baca duluan kalo jenis obat steroid itu bisa bikin kulit ‘retak-retak’ jika dipakai dalam jangka waktu panjang. Makanya gw cepet-cepet bilang supaya dikasih salep yang non-steroid. Kekurangannya memang penyembuhannya jadi agak lama. Tapi gak papa, daripada kulit Rifky retak-retak … nanti pecah dong (piring kaleee)!









Feb 26, 2009 @ 07:40:47
Wah bagus sekali artikel nya, bisa menjadi banyak masukan nih.
Makasih ya!
saya sedang menulis perihal “Mengapa Timbul Penyakit” di blog saya. silakan berkunjung ya!
http://distributor4lifeindonesia.wordpress.com/2008/11/29/mengapa-timbul-penyakit/
Feb 26, 2009 @ 13:11:01
Sama-sama … gw juga udah berkunjung ke blog-nya, nice blog too!
Apr 27, 2009 @ 06:56:19
berfikir positif itu jauh lebih menguntungkan. Saya bangga masyarakat bisa mengikuti kemajuan dunia kedokteran lebih baik lagi dengan membaca buku-buku. Tapi, jangan lupa, bahwa dunia memiliki keunikan sendiri, tidak bisa serta merta sebuah pendapat dijadikan acuan secara global. Demikian juga penyakit atopi dermatitis, mempunyai keunikan sendiri pada setiap penderitanya, sehingga dokterpun yang mempunyai kompentensi plus profesi akan bertanggungjawab dengan pengobatan yang diberikan. Good luck..salam buat ananda Rifki.
Apr 28, 2009 @ 08:05:59
thank untuk informasinya … salam kembali dari Rifky
Sep 01, 2009 @ 18:50:30
sudah ada alternatif tes dan terapi alergi dengan metode biofisika
yang tidak sakit, tidak disuntik, bebas efek samping, tidak pakai obat / bahan kimia, bisa untuk semua umur dari bayi sampai manula, tidak memerlukan periode bebas alergi dan bebas obat anti alergi. informasi detilnya di http://www.bio-e.net
bagi kalangan medis, bisa ikut pelatihan cara tes alergi metode biofisika yang kelebihannya sama seperti diatas, bisa memeriksa alergen apapun termasuk obat yang akan diresepkan ke pasien, sehingga mencegah terjadinya tuduhan ‘malpraktek’ mengurangi resiko terjadinya alergi obat pada pasien anda.
bagi mereka yang menderita alergi, dan sudah mencoba terapi tetapi belum mendapat manfaat, silahkan mencoba metode ini. dibandingkan dengan terapi konvensional yang ada, metode ini jauh lebih cepat dan lebih ekonomis. saya sekeluarga sudah mendapat manfaat dari metode ini.
semoga informasi ini bermanfaat.
Sep 02, 2009 @ 14:25:01
terima kasih untuk informasinya pak dokter. alhamdulillah sekarang alergi Rifky sudah berkurang. mungkin karena tambah gede daya tahan tubuhnya meningkat ya Dok?
Jul 27, 2010 @ 09:54:31
Thanks infonya di blog ini. Pengalaman yang sama juga dialami putri pertama kami (sekarang umur 2 tahun 10 bulan) Rahma. Putri kami mengalami Atopy Dermatitis, kadang timbul di atas pipi (bawah mata) warna putih (kulitnya jadi kasar) disebelah kanan, kemudian timbul di sebelah kiri. Hilang cepat setelah dipakaikan salep Atopiclair. Yang parah timbul di ketiak warna merah (dan ada bintil kecil2) sangat gatal, hingga putri kami selalu menggaruknya hingga lecet. Kalau sudah begitu menjadi tidak nyaman, kalau lagi main menjadi terganggu. Untung Putri kami cocok dengan Atopiclair, tinggal oles tipis, benar2 langsung hilang cepat.
Sayangnya salep ini sudah habis, dan saya cari se-jabodetabek tidak ada barangnya (saya tinggal di depok jabar). Apakah ibu bisa kasih info ke kami, apotik mana yang masih punya stocknya, karena kami benar2 membutuhkannya untuk anak kami. berikut ini email saya ewiseso@gmail.com
Jul 27, 2010 @ 12:48:22
Sama-sama Pak (saya asumsikan bapak-bapak nih) …
Waduh saya udah lama nggak pake atopiclair karena tambah gede daya tahun tubuh Rifky (sekarang hampir 4 tahun) tambah meningkat, jadi alerginya jauh berkurang.
Lagian, kalo boleh saran saya nih, karena ini penyebabnya alergi, lebih baik diteliti sumbernya dan dicegah supaya gak timbul alerginya.
Tapi begitupun akan saya coba intip-intip informasi di milis ‘sehat’, mudah2an ketemu infonya ya …